IDENTITAS
Nama : Maulana Ikhsan
NIM : 72154031
NIM : 72154031
Prodi/Sem. : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas : Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu : Dr. Ja’far, MA
Matakuliah : Akhlak Tasawuf
Matakuliah : Akhlak Tasawuf
TEMA : Integrasi Tasawuf dan Sains
BUKU
Identitas Buku : Ja’far, Gerbang
Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis Ajaran
Kaum Sufi (Medan :
Perdana Publishing, 2016)
INTEGRASI TASAWUF DALAM SEJARAH ISLAM
Dalam
sejarah islam, ditemukan seorang ahli astronomi, ahli biologi , ahli
matematika, dan ahli arsitektur yang mumpuni dalam bidang ilmu-ilmu keislaman
seperti tauhid, fikih, tafsir hadis, dan tasawuf. Meskipun berprofesi sebagai
saintis dalam bidang ilmu-ilmu kealaman, para pemikir muslim klasik menempuh
pola hidup sufistik, dan kajian-kajian ilmiah mereka diarahkan kepada
pencapaian tujuan-tujuan religius dan spiritual. Para filsuf dari mazhab
Peripatetik merupakan pemikir muslim yang berhasil mengintegrasikan filsafat
yunani dengan ajaran islam yang bersumberkan kepada Alquran dan hadis, lantaran
tema-tema filsafat yunani dengan di islamisasikan dan disesuaikan dengan
paradigma islam. Tidak sebatas integrasi belaka, mereka malah mampu menguasai
berbagai disiplin ilmu yang terdiri atas ilmu-ilmu kewahyuan, sehingga
integrasi menjadi sangat mudah dilakukan. Al-Jahiz adalah ahli dalam bidang
sastra arab, biologi, zoologi,sejarah,filsafat, psikologi, teologi, dan
politik. Al-Kindi menguasai seluruh cabang filsafat seperti metafisika, etika,
logika, psikologi, kedokteran,
farmakologi,matematika,astrologi,optik,zoologi,dan meteorologi. Al-Razi adalah
ahli dalam bidang filsafat, kimia,matematika, musik, dan kedokteran. Diantara
prestasi besar mereka sebagian ilmuan Muslim adalah kemampuan mereka menguasai
dan mengintegrasikan ilmu-ilmu rasional,ilmu-ilmu empirik, dan ilmu-ilmu
kewahyuan. Secara keilmuan mereka menguasai banyak disiplin ilmu, dan secara
personal mereka berperan sebsgsi saintis Muslim yang berpola hidup religius dan
sufistik. (Ja’far, gerbang tasawuf 2016
:102 dan 103).
Bahwa ilmu berakar kebenaran Allah melalui Al-quran dan
sunnah. Kemudian batang nya terdiri dari
- Ilmu alquran
- Ilmu Alkiah
- Ilmu teoritis
- Ilmu praktis. Selanjutnya ilmu-ilmu cabang pertama, meliputi
- Tasawuf
- Kalam
- Fiqh
- Hadist
- Tafsir.
Demikian juga Amin Abdullah menyebutkan
bahwa transformasi IAIN ke UIN sebagai usaha
integrasi ilmu yang menurutnya ada lima lapis kelimanya ialah didasari
oleh Al Quran dan Sunnah, dilingkari keduanya adalah metodologi dan pendekatakn
keilmuan seperti kalam, falsafah, tasawuf, hadis, tarikh, fiqh, lughah. Lingkar
tiganya ialah, Arceologi, fhilologi, humaneutics, proses chemestry biologi,
etica, phenomonology, phisikology, Antropologi, dan sosiologi. Lingkar
berikutnya antara lain international low, religius fluralism, global economic,
human right, politics/ civil society, culture studies, gender isuess dan
enveronimental issues,. Begitulah sesungguhnya interasi antara ilmu islam
dengan sains modern. Ide integrasi ini sudah awal digulirkan, muhammad abduh
seperti dikutip oleh harun nasution (1982:65), mengatakan bahwa ilmu-ilmu
pengatahuan modern yang banyak berdasar padaa hukum alam (natural
laws-sunnatullah) tidak bertentangan dengan islam yang sebenarnya. (Zainal
Abidin Bagir, Integrasi ilmu dan Agama :69)
Selain dari mazhab Peripatetik,
sejarah ilam menyebutkan keberadaan para filsuf dari mazhab Isyraqiyah dan
mazhab Hikmah al – Muta’aliyah yang sukses mengintegrasikan ilmu –ilmu rasional
dengan ilmu – ilmu kewahyuan. Diantara mereka adalah Suhrawardi yang dikenal
ahli filsafat, tasawuf, zoroatrianisme, dan platonisme. Nashr al – Din al –
Thusi merupakan dalam bidang astronomi, biologi, kimia, matematika, filasafat,
fisika, teologi, tasawuf, dan hukum islam. Menarik untuk disimak, bahwa banyak
ilmuan muslim terdahulu yang kehidupan mereka sangat religius dan sufistik,
tetapi mereka menguasai filsafat dengan segala cabangnya seperti metafisika,
matematika, fisika, astronomi, biologi, kedokteran, dan teknologi
arsitektur.
Dengan demikian, integrasi ilmu
dalam islam bukan hal yang baru. Sebab, para ilmuan muslim klasik telah
mengerjakan proyek keilmuan tersebut sepanjang masa keemasan islam. Mereka
bahkan mengintegrasi kedua jenis ilmu tersebut. Dan keduanya saling mendukung
kegiatan akademik mereka. Meskipun mereka seorang filsuf dan saintis, perilaku
hidup mereka merupakan realisasi terhadap teori mereka mengenai filsafat dan
sufisme. Dapat disimpulkan bahwa mereka sukses mengintegrasikan antara dua
jenis ilmu tersebut, dan mengintegrasikan keduanya dengan keyakinan dan
perilaku hidup mereka sehari – hari.
A. Integrasi dalam Ranah Ontologi
Istilah ontologi berasal dari bahasa Yunani, ont yang bermakna keberadaan, dan logos yang bermakna teori, sedangkan dalam bahasa latin disebut
ontologia, sehingga ontologi bermakna teori keberadaan sebagaimana keberadaan tersebut.
Ontologi dapat dimaknai sebagai ilmu tentang esensi segala sesuatu. Ontologi
merupakan bagian dari metafisika yang merupakan bagian dari filsafat; dan
membahas teori keberadaan seperti keberadaan dan karakteristik esensial
keberadaan. (Ja’far,2016:105)
Para sufi awal memang lebih banyak memfokuskan kepada masalah pendekatan kepada
Allah SWT, tetapi belakangan mereka meluaskan objek kajian tasawuf sampai
kepada persoalan wujud, selain tasawuf juga mulai bersinggungan dengan
filsafat, sehingga mereka tidak saja membahas dan menyimak hakikat wujud – Nya,
tetapi juga wujud alam dan manusia. Dari aspek ini, akan dapat dilihat titik
singgung antara tasawuf dengan saintis, sebab tasawuf bukan hanya membahas
tentang bagaimana mendekatkan diri kepada Allah SWT atau hakikat wujud – Nya,
tetapi juga memberikan perspektif tasawuf mengenai hakikat alam dan manusia,
sebagaimana sains juga hendak mengkaji dan menelaah fenomena – fenoma alam,
terutama berbagai persoalan tentang mineral, tumbuhan, hewan, dan manusia.
Tentu saja, gagasan kaum sufi dinilai akan memberikan kontribusi dan pengayaaan
perpektif dalam upaya memahami dunia fisik tersebut. (Ja’far,2016:106)
Pandangan ontologis demikian diharapkan dapat menumbuhkan sikap etis bagi
ilmuwan maupun agamawan untuk ‘rendah hati’ dalam menyikapi kebenaran, yaitu
bahwa kebenaran yang saya pahami hanyalah satu potong puzzle dari gambar
keseluruhan alam semesta. Beragam pandangan para ilmuwan maupun agamawan yang
lain dapat dipandang sebagai potongan-potongan puzzle yang berguna untuk saling
melengkapi pemahaman akan kebenaran mutlak. Penjelasan ini menegaskan bahwa
wujud ilmu dan agama dalam dirinya sendiri tidak mengalami konflik jika ada
konflik sesungguhnya bukan konflik antara ilmu dan agama, tetapi konflik
pemahaman ilmuwan dan agamawan.
Saintis muslim sebagai peneliti alam empiric harus menyadari bahwa alam
merupakan ciptaan dan manifestasi Allah SWT; dan ajaran islam mengajarkan bahwa
alam merupakan tanda – tanda keberadaan dan kekuasaan – Nya, sehingga
penelitian terhadap alam diharapkan dapat menumbuhkan dan memperkokoh keimanan
terhadap – Nya, bukan menjauhkan manusia dari – Nya sebagaimana ditemukan dalam
banyak teori ilmuan – ilmuan barat – sekular. (Ja’far,2016:107)
B. Integrasi dalam Ranah Epistemologi
Istilah
epistemologi berasal dari bahasa Yunani, espiteme yang bermakna pengetahuan, dan
logos yang bermakna ilmu atau eksplanasi, sehingga epistemologi berarti teori
pengetahuan. Epistemologi dimaknai sebagai cabang filsafat yang membahas
pengetahuan dan pembenaran, dan kajian pokok epistemology adalah makna
pengetahuan, kemungkinan manusia meraih pengetahuan, dan hal – hal yang dapat
diketahui. Dengan demikian, epistemologi adalah ilmu tentang cara mendapatkan
ilmu. (Ja’far,2016:107-108)
Kajian – kajian
ilmu – ilmu alam mengandalkan metode observasi dan eksperimen yang disebut dalam
epistemologi islam sebagai metode tajribi, sedangkan kajian tasawuf
mengandalkan metode irfani yang biasa disebut metode tazkiyah al nafs. Meskipun
ada perbedaan metode, tetapi kedua metode bisa melengkapi dan mendukung satu
sama lain. (Ja’far,2016:108)
Dari
aspek ini, saintis muslim, meskipun lebih banyak mengedepankan metode tajribi
dalam mengembangkan ilmu – ilmu alam, tetap perlu mengambil metode tasawuf
dalam menemukan ilmu dan kebenaran, dimana kaum sufi mengutamakan metode
tazkiyah al nafs dengan melaksanakan berbagai ritual ibadah termasuk zikir,
serta melakukan prakti riyadhah dan mujahadah. Dari perspektif islam, kesucian
jiwa manusia menjadi syarat utama memperoleh ilmu secara langsung dari sumber
asalnya, yaitu Allah SWT yang diketahui memiliki sifat al – Alim.
(Ja’far,2016:109)
C. Integrasi dalam Ranah Aksiologi
C. Integrasi dalam Ranah Aksiologi
Istilah aksiologi berasal dari bahasa Yunani, axios yang bermakna nilai, dan
logos yang berarti teori. Aksiologi bermakna teori nilai, investigasi terhadap
asal, criteria, dan status metafisik dari nilai tersebut. Aksiologi disebut
dengan teori nilai. Aksiologi juga dimaknai sebagai studi tentang manfaat akhir
dari segala sesuatu. Jadi, aksiologi membahas tentang nilai kegunaan ilmu,
tujuan pencarian dan pengembangan ilmu, kaitan antara penggunaan dan
pengembangan ilmu dengan kaedah moral, serta tanggung jawab sosial ilmuan.
Kajian aksiologi lebih ditujukan kepada pembahasan manfaat dan kegunaan ilmu,
dan etika akademik ilmuan. (Ja’far,2016:110)
Dari aspek etika akademik, nilai – nilai luhur tasawuf dapat menjadi landasan
etis seorang ilmuan dalam pengembangan sains dan teknologi. Konsep al maqamat
dan al ahwal dapat menjadi semacam etika profesi seorang saintis sebagai ilmuan
muslim. Sekedar contoh, seorang saintis muslim sebagaimana ilmuan muslim
klasik, harus menampilkan kehidupan sufistik seperti sikap zhud, wara’, sabar,
tawakal, cinta, fakir, dan rida dalam menjalankan kegiatan akademik maupun
dalam kehidupan sosialnya. Dengan demikian, saintis muslim masa depan dituntut
untuk mengail kearifan dalam ajaran tasawuf, dan dapat menginternalisasikannya
dalam kehidupan akademik dan sosialnya. (Ja’far,2016:110-111)
Berbicara tentang ilmu tidak hanya
berbicara masalah nilai kebenaran (logis) saja, namnun juga nilai-nilai yang
lain. Dengan kata lain, yang benar harus juga yang baik, yang indah dan yang
ilahiah. Pandangan bahwa ilmu harus bebas nilai disatu sisi telah mengakselerasi
secara cepat perkembangan ilmu namun disisi yang lain telah menghasilkan dampak
negatif yang sangat besar. Berbagai problem keilmuan terutama aplikasinya
dalam bentuk teknologi telah menghasilkan beragam krisis kemanusiaan dan
lingkungan, oleh karena diabaikannya berbagai nilai diluar nilai kebenaran.
Integrasi antara Ilmu dan Agama. Ilmu dan
agama bukan sesuatu yang terpisah dan bukan sesuatu yang satu berada diatas
yang lain. Pandangan bahwa agama lebih tinggi dari ilmu adalah pengaruh dari
konsep tentang dikotomi ilmu dan agama. Ilmu dianggap sebagai ciptaan manusia
yang memiliki kebenaran relatif yang oleh karenanya memiliki posisi lebih
rendah dibandingkan agama sebagai ciptaan tuhan yang memiliki kebenaran
absolut.
KESIMPULAN
Dari pembahasan kita mengetahui bahwa Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
memiliki pengertian tentang keilmuan. Ontologi bermakna ilmu tentang keberadaan
dan realitas lalu epistemologi ilmu tentang ilmu untuk mempelajari ilmu,
sedangkan aksiologi adalah ilmu tentang teori nilai. Dalam mengintegrasi sains
kedalam 3 dasar ilmu ini, memiliki cara yang berbeda. Untuk ontologi kita bisa
memakai metode pendekatan dan mengkaitan agama dengan keberadaan sains yang
sudah ada. Untuk epistemologi kita bisa menggunakan metode tajribi atau metode
observasi untuk mengetahui apakah agama menyinggung tentang sains yang
ditemukan para ilmuan. Untuk aksiologi kita bisa mengguankan metode metode
ilmiah untuk mengetahui kegunaan sains yang sudah ditemukan apakah berguna
untuk agama dan masa depan.
RELEVANSI DENGAN BIDANG
Relevansi
akhlak tasawuf oleh seorang programer kita harus dapat mengintegrasikan ilmu
yang kita miliki dengan ajaran agama kita, serta kita juga harus lebih bisa
mengembangkan kemajuan teknologi sekarang ini yang lebih mendukung dan lebih
bisa menguatkan agama kita.
Mr. Gamble Casino: Welcome Bonus, Free Spins, Banking
BalasHapusMr Gamble Casino Welcome 당진 출장샵 Bonus, Free Spins, Banking, 제주도 출장샵 Casino Bonuses, VIP Program, VIP Program, Betting Bonus Codes, 서울특별 출장샵 VIP Program, 영주 출장안마 Jackpot Rewards Program. 순천 출장샵