Minggu, 11 Desember 2016

Mengenal al-Ahwal : Muraqabah dan Khauf



IDENTITAS
Nama                        : Maulana Ikhsan        
NIM                          : 72154031
Prodi/Sem.                 : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas                     : Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi         : UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu        : Dr. Ja’far, MA
Matakuliah                  : Akhlak Tasawuf

TEMA                       : Mengenal al-Ahwal: Muraqabah dan Khauf

BUKU                                               
Identitas Buku             : Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis
                                     Ajaran Kaum Sufi (Medan:Perdana Publishing, 2016)
1.      Al-Ahwal
Sebagaian sufi pernah menyebutkan bahwa beberapa contoh al-Ahwal  adalah al-muraqobah,al-Khuf,al-Raja’,dan Rindu (al-syawq). Berbeda dari al-Maqamat yang diraih dari hasil usaha salik secara mandiri dengan melakukan ibadah,mujahadah, dan Riyadhah al-ahwal tidak diraih secara mandiri, melainkan anugrah dari Alloh Swt.dan keadaannya tidak kekal dalam diri seorang salik.(Ja’far, Gerbang Tasawuf. Hal 85. 2016).

2.       Al-Muraqobah
Ajaran muraqobah merupakan salahsatu bentuk dari al-ahwal kata al-muraqobah memang tidak digunakan dalam alquran katalainnya antara lain Raqiba, menurut alqusyari,muraqobah didasari oleh Qs al Ahzar/33;52,serta gadist nabi Muhammad Saw,mengenai al-iman,al-ihsan dan al-ihsan,makna al-ihsan (fa’illam takun tarahu fa innahu  yaraka) merupakan isyarat al muraqobah yang merufakan ilmu hamba melihat Allah Swt,dan Allah maha mengawasi,mengetahui keadaannya,melihat perbuatannya,dan mendengar ucapannya,seorang hamba memiliki Al-muraqobah yakni keyakinan seorang salik  bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah Swt,dalam berbagai aktivitas ,sehinnga ia hanya akan melakukan amal kebaikan dalam hidupnya,dan membenci, dan tidak akan melakukan perbuatan maksiat dan dosa. (Ja’far, Gerbang Tasawuf. Hal 86. 2016).

3.      Al-Khauf
Hakikat takut (Al-khauf)di jelaskan berulangkali dalam al-quran, kata takut disebut Al-quran baik dalam bentuk al-kauf maupun dalam bentuk al-khasyia. Hakikat khauf dijelaskan secara berulang kali dalam Al-qur’an, dalam bentuk al-khaufdisebut alqur’am sebanyak 124 kali, terutama dalam bentuk khaufun, yukhafuna, dan akhafun, sedangkan dalam bentuk yakhsya, khasyiya dengan berbagai bentuknya disebut 48 kali.  Dalam Q.S. Ali Imran/3:175, Allah Swt Berfirman yang artinya:      
 Sesungguhnya mereka itu tidaklain hanyalah setan yang menakut-nakuti(kamu) dengan kawan-kawannya(orang-orang musyrik quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-ku, jika kamu benar-benar orang beriman.
Para sufi telah membicarakan masalah al-khauf dalam karya-karya mereka. Menurut al-qusyairi, makna takut kepada Allah Swt. Adalah takut kepada siksaanya, baik di dunia maupun di akhirat. Khauf memiliki dua bentuk: rahbah yakni orang yang berlindung kepada Allah Swt, dan khasyyah yakni orang yang ditarik kendalu ilmu dan melaksanakan kebenaran. Berdasarkan pendapat mereka, al-khauf berarti seorang hamba hanya takut kepada Allah Swt, dan tidak takut kepada     selain nya. Takut kepada Allah swt adalah takut atas siksaannya, sehingga seorang hamba akan melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangannya. (DR.Ja’far,MA.Gerbang Tasawuf.Hal 86-88-2016).
Menurut al-Qusyairi,makna takut kepada Alloh Swt yaitu takut kepada siksaannya baik di dunia maupun akhirat menurut Abu ,Al qasim Al-hakim mengatakan khauf memiliki dua bentuk
a. Rahbah (orang yang berlindung kepada Allah)
b. Khasyyah ( orang yang ditarik ilmu dan melakukan kebenaran )
Menyimpulkan poendapat mereka al-khauf berarti seorang hamba hanya takut kepada Alloh Swt dan tidak takut kepada selainnya.takut kepada Allah Swt adalah takut atas siksaannya sehingga seorang hamba , sehingga seorang hamba akan melakukan  semua perintah menjauhu segala larangannya.

4.      Harap ( al-Rajak)
Hakikat harap (al-raja’) dapat ditemukan secara mudah dalam Al-qur’an. Diantaranya dalam Q.S.al-Baqarah/2:218;. Dan Q.S. al-Zumar/39:53.menurut al-qusyairi, raja’ adalah ketergantungan hati pada sesuatu yang dicintai yang akan terjadi dmasa yang akan dating. Abd Allah bin Khubiq berkata Raja’ terdiri atas tiga bentuk: orang yangmengerjakan pekerjaan baik dan berharap dapat diterima; orang yang mengerjakan perbuatan jahat dan bertobat, dan berharap mendapatkan ampunan; danorang yang berdusta dan tidak mengulangi dosa, seraya mengharapkan ampunan. Jadi konsep al-raja’ bermakna harapan seorang sufi kepada Allah Swt. Berharap semua amal, tobat, dan ampunannya diterima Allah Swt. (Dr.Ja’far,MA.Gerbang Tasawuf.Hal 89-2016).

5.      Rindu (Al-syawq)
Menurut al-Ghazali, orang yang memungkiri hakikat cinta kepada Allah swt, maka pasti ia akan memungkiri hakikat rindu. Apabila seorang hamba mencintai Allah Swt, maka ia pasti akan merindukan untuk bertemu dan melihatnya. Allah Swt berfirman dalam Q.S. al-Ankabut/29:5 yang artinya:
Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti dating. Dialah maha mendengar dan maha mengetahui.
Para sufi telah menjelaskan makna rindu dalam karya-karya mereka. Al-qusyairi, misalnya, mengatakan bahwa rindu adalah keguncangan hati untuk menemui yang dicintai (Allah Swt). Cinta sangat bergantung kepada rindu. Abu ali al-daqaq menatakan bahwa al-syawq adalah kerinduan yang bisa reda dengan bertemu dan melihat (Allah Swt). Dua pendapat sufi ini menegaskan bahwa rindu merupakan keinginan kuat hati untuk menemui dan melihat kekasih sejatinya, yakni Allah Swt.(Dr.Ja’far,MA.Gerbang Tasawuf.Hal 89-90-2016).

Kesimpulan :
Dalam berbagai aktivitasnya ia akan melakukan amal kebaikan dalam hidupnya, dan membenci dan tidak akan ingin melakukan perbuatan maksiat dan dosa. Dan al-khauf berarti seorang hamba hanya takut kepada Allah Swt, dan tidak takut kepada  selain nya. Takut kepada Allah SWT adalah takut atas siksaannya, sehingga seorang hamba akan melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangannya. al-raja’ bermakna harapan seorang sufi kepada Allah Swt. Berharap semua amal, tobat, dan ampunannya diterima AllahSwt. Sedangkan Al-syawq  merupakan keinginan kuat hati untuk menemui dan melihat kekasih sejatinya yakni Allah SWT.

Relevansi dengan bidang :
Sebagai Seorang Programmer Muslim/ah kita selalu melakukan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT dan senantiasa berharap apa yang kita kerjakan diterima Allah Swt. dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu,baik itu ilmu dunia maupun akhirat, kita harus bisa menyeimbangkan dunia dan akhirat agar kita tidak tersesat ke jalan yang salah. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar