IDENTITAS
Nama : Maulana Ikhsan
NIM : 72154031
Prodi/Sem. : Sistem Informasi-2 / III
Fakultas : Sains dan Teknologi
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Dosen Pengampu : Dr. Ja’far, MA
Matakuliah : Akhlak Tasawuf
TEMA : Definisi, Pondasi, dan Hierarki Al-Maqamat
BUKU
Identitas Buku : Ja’far, Gerbang
Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis
Ajaran Kaum Sufi (Medan:Perdana Publishing, 2016)
A. Definisi Al-Maqamat
Dalam kitab al-Luma, al-Thusi menjelaskan bahwa maqamat adalah tingkatan antara seorang
hamba dengan Allah Swt. Dalam adab
al-Muridin, Abu al-Najib al-Suhrawardi, al-maqamat
adalah tingkatan spiritual seorang hamba dalam ibadah di hadapan Allah Swt. (Ja’far,2016:48) Dengan demikian al-maqamat adalah tingkatan-tingkatan spiritual seorang
sufi, dari tingkatan paling mendasar ssampai tingkatan paling tertinggi, yaitu
dekat dengan Allah Swt, yang diperoleh salik secara mandiri melalui pelaksanaan
ibadah, mujahadah, dan riyadhah secara terus menerus.
(Ja’far,2016:50).
Secara
harfiah, maqamat merupakan jamak dari kata maqam yang berarti tempat berpijak
atau pangkat mulia. Dalam Bahasa Inggris maqamat dikenal dengan istilah stages yang berarti tangga. Sedangkan dalam ilmu Tasawuf, maqamat berarti kedudukan hamba dalam
pandangan Allah berdasarkan samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh
seorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah. Maqam dilalui seorang hamba
melalui usaha yang sungguh-sungguh dalam melakukan sejumlah kewajiban yang
harus ditempuh dalam jangka waktu tertentu. Seorang hamba tidak akan mencapai
maqam berikutnya sebelum menyempurnakan maqam sebelumnya.
B. Pondasi Al-Maqamat
Dalam memperoleh maqam tertentu, selain wajib menjalankan
berbagai bentuk ibadah, mujahadah,
dan riyadhah, seorang salik harus
melakukan khalwah dan uzlah dalam melaksanakan perjalanan
spiritual menuju Allah Swt. Dalam Risalah al-Qusyairiyah,
al-Qusyairi menjelaskan bahwa menyepi (khalwah)
adalah sifat ahli sufi, dan mengasingkan diri (uzlah) menjadi tanda seseorang telah bersambung dengan Allah Swt. (Ja’far,2016:52) Praktik
spiritual ini memberikan manfaat bagi penempuh jalan seperti menghindarkan diri
dari semua sifat tercela, menghasilkan kemuliaan, mendekatkan diri kepada Allah
Swt dan mengobati hati. Khalwah adalah
pemutusan hubungan dengan makhluk menuju penyambungan hubungan dengan al-haqq. Sedangkan Mengasingkan diri (uzlah)
merupakan ciri seorang telah bersambung kepada Allah Swt, sedangkan
hakikat uslah adalah menjaga keselamatan diri dari niat buruk orang lain.
(Ja’far,2016:53)
C. Hierarki Al-Maqamat
Dalam karya tasawuf sufi dari mazhab
Sunni dilihat dari ragam rumusan mengenai al-maqamat
mulai dari maqam pertama sampai kepada maqam paling puncak. Sekedar contoh, Abi
Nashr Abd Allah ibn Ali al-Sarraj al-Thusi (w.988 M) menyusun al-maqamat dari maqam pertama sampai maqam
paling puncak, yang dimulai
dari tobat (al-taubah), warak (wara’), zuhud (al-zuhd),
kefakiran(al-faqr), sabar (al-shabr), tawakal (al-tawakkul),
sampai rida (al-rida). Susuna al-maqamat menurut al-Ghazali adalah
tobat (al-taubah), sabar (al-shabr), fakir (al-faqr),
zuhud (al-zuhd), tawakal (al-tawakkul), cinta (al-mahabbah)
dan rida (al-rida).
(Ja’far,2016:56). Diantara
istliah istilah Maqamat dalam Tasawuf
yaitu :
a. Taubat (at-taubah)
b. Zuhud (al-zuhd)
c. Warak (wara’)
d. Kefakiran (al-faqr)
e. Sabar (al-shabr)
f. Tawakal (al-tawakkul)
g. Cinta (al-mabbahah)
h. Rida (al-ridha)
Kesimpulan
maqamat berarti
kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau
fase-fase yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada sedekat mungkin
dengan Allah. Diantara istliah istilah Maqamat dalam Tasawuf yaitu :
a. Taubat (at-taubah)
b. Zuhud (al-zuhd)
c. Warak (wara’)
d. Kefakiran (al-faqr)
e. Sabar (al-shabr)
f. Tawakal (al-tawakkul)
g. Cinta (al-mabbahah)
h. Rida (al-ridha)
Relevansi
Dengan Bidang Akhlak Tasawuf
Sebagai Programmer Muslim/ah Kita dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara beribadah, berdizikir, dan sabar dalam menghadapi suatu masalah yang kita hadapi.
Sebagai Programmer Muslim/ah Kita dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara beribadah, berdizikir, dan sabar dalam menghadapi suatu masalah yang kita hadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar