Minggu, 06 November 2016

AL - MAQAMAT



IDENTITAS
            Nama                           : Maulana Ikhsan
            NIM                            : 72154031
            Prodi/Sem.                   : Sistem Informasi-2 / III
            Fakultas                       : Sains dan Teknologi
            Perguruan Tinggi           : UIN Sumatera Utara
            Dosen Pengampu          : Dr. Ja’far, MA
            Matakuliah                   : Akhlak Tasawuf

TEMA                        : Definisi, Pondasi, dan Hierarki Al-Maqamat    

BUKU                                                
     Identitas Buku              : Ja’far, Gerbang Tasawuf: Dimensi Teoretis dan Praktis
                                           Ajaran Kaum Sufi (Medan:Perdana Publishing, 2016)
A.   Definisi Al-Maqamat
Dalam kitab al-Luma, al-Thusi menjelaskan bahwa maqamat adalah tingkatan antara seorang hamba dengan Allah Swt. Dalam adab al-Muridin, Abu al-Najib al-Suhrawardi, al-maqamat adalah tingkatan spiritual seorang hamba dalam ibadah di hadapan Allah Swt. (Ja’far,2016:48) Dengan demikian al-maqamat adalah tingkatan-tingkatan spiritual seorang sufi, dari tingkatan paling mendasar ssampai tingkatan paling tertinggi, yaitu dekat dengan Allah Swt, yang diperoleh salik secara mandiri melalui pelaksanaan ibadah, mujahadah, dan riyadhah secara terus menerus. (Ja’far,2016:50).
Secara harfiah, maqamat merupakan jamak dari kata maqam yang berarti tempat berpijak atau pangkat mulia. Dalam Bahasa Inggris maqamat dikenal dengan istilah stages yang berarti tangga. Sedangkan dalam ilmu Tasawuf,  maqamat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah.  Maqam dilalui seorang hamba melalui usaha yang sungguh-sungguh dalam melakukan sejumlah kewajiban yang harus ditempuh dalam jangka waktu tertentu. Seorang hamba tidak akan mencapai maqam berikutnya sebelum menyempurnakan maqam sebelumnya.

B.   Pondasi Al-Maqamat
Dalam memperoleh maqam tertentu, selain wajib menjalankan berbagai bentuk ibadah, mujahadah, dan riyadhah, seorang salik harus melakukan khalwah dan uzlah dalam melaksanakan perjalanan spiritual menuju Allah Swt. Dalam Risalah al-Qusyairiyah, al-Qusyairi menjelaskan bahwa menyepi (khalwah) adalah sifat ahli sufi, dan mengasingkan diri (uzlah) menjadi tanda seseorang telah bersambung dengan Allah Swt. (Ja’far,2016:52) Praktik spiritual ini memberikan manfaat bagi penempuh jalan seperti menghindarkan diri dari semua sifat tercela, menghasilkan kemuliaan, mendekatkan diri kepada Allah Swt dan mengobati hati. Khalwah adalah pemutusan hubungan dengan makhluk menuju penyambungan hubungan dengan al-haqq. Sedangkan Mengasingkan diri (uzlah) merupakan ciri seorang telah bersambung kepada Allah  Swt, sedangkan hakikat uslah adalah menjaga keselamatan diri dari niat buruk orang lain. (Ja’far,2016:53)

C.   Hierarki Al-Maqamat
Dalam karya tasawuf sufi dari mazhab Sunni dilihat dari ragam rumusan mengenai al-maqamat mulai dari maqam pertama sampai kepada maqam paling puncak. Sekedar contoh, Abi Nashr Abd Allah ibn Ali al-Sarraj al-Thusi (w.988 M) menyusun al-maqamat dari maqam pertama sampai maqam paling puncak, yang dimulai dari tobat (al-taubah), warak (wara’), zuhud (al-zuhd), kefakiran(al-faqr), sabar (al-shabr), tawakal (al-tawakkul), sampai rida (al-rida). Susuna al-maqamat menurut al-Ghazali adalah tobat (al-taubah), sabar (al-shabr), fakir (al-faqr), zuhud (al-zuhd), tawakal (al-tawakkul), cinta (al-mahabbah) dan rida (al-rida). (Ja’far,2016:56). Diantara istliah istilah Maqamat dalam Tasawuf yaitu :
a. Taubat (at-taubah)
b. Zuhud (al-zuhd)
c. Warak (wara’)
d. Kefakiran (al-faqr)
e. Sabar (al-shabr)
f. Tawakal (al-tawakkul)
g. Cinta (al-mabbahah)
h. Rida (al-ridha)

Kesimpulan 
      maqamat berarti kedudukan hamba dalam pandangan Allah berdasarkan samping itu, maqamat berarti jalan panjang atau fase-fase yang harus ditempuh oleh seorang sufi untuk berada sedekat mungkin dengan Allah. Diantara istliah istilah Maqamat dalam Tasawuf yaitu :
a. Taubat (at-taubah)
b. Zuhud (al-zuhd)
c. Warak (wara’)
d. Kefakiran (al-faqr)
e. Sabar (al-shabr)
f. Tawakal (al-tawakkul)
g. Cinta (al-mabbahah)
h. Rida (al-ridha)
  
Relevansi Dengan Bidang Akhlak Tasawuf  
    Sebagai Programmer Muslim/ah Kita dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara beribadah, berdizikir, dan sabar dalam menghadapi suatu masalah yang kita hadapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar